Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2020

Apa ???

Apa yang terjadi...
Apa yang harus aku lakukan ??
Mengapa semua orang seperti ini..
Apa salah ku...
Apa salah ku...
Sekarang aku tau..
Orang yang tulus dan yang tidak..
Aku tau siapa yang bermuka dua...
Didepan sangat baik..
Tapi dibelakang kau mengatakan
Aku tau siapa saja...
...
Jika semua itu membuat kalian bahagia...
Silahkan...
Silahkan...
Aku terima...
Tapi aku yakin..
Tuhan akan menolong...

Walau kau kira aku tidak tau..
Aku tau..
Aku punya perasaan...
Jika ada sesuatu pasti hati ini sangat bergejolak..
Aku tau itu...
Semua sudah kuanggap sebagai saudaraku disini..
Tapi mengapa kalian semua seperti ini ???

Tuhan kuatkan hatiku...
Tuhan kuatkan semua ini...
Yang harus aku jalankan..
Yang aku harus terima ...


#DAS

Sabtu, 30 Desember 2017

puisi

ADA DIDALAM DOAKU
oleh: DAS

Ku berserah diri untuk memilikimu
Ku hanya bisa bersujud mendoakanmu
Engkau akan selalu ada didalam doaku
Jika tuhan mengizinkan
Kita akan disatukan untuk bertemu
Bertemu untuk melewati masa ini
Menikmati keindahan alam ini
Keinginanku hanya satu...
Engakau membawaku menuju
Menuju kebaikan Menuju surga
Kita selalu bersama hingga kealam sana
Jika tuhan mengizinkan...
Saat ini ku hanya bisa
Berserah berpasrah kepada tuhan
Memanjatkan segala doa
Menghilangkan rasa rindu yang ada..
Apakah engkau disana,,
Merasakan hal yang sama ????
Hanya engkau dan tuhan yang tahu..


Sabtu, 14 Oktober 2017

puisi

MEMBEKAS
 Oleh: DAS

Saat pertama kali kita bertemu
Kita duduk di ruang tunggu
Suasana yang masih kaku
Ku hanya duduk termengu
Suasana mulai begitu mencair
Suaramu sudah mulai ku dengar
Malam pun kian larut
Udara dingin pun mulai menusuk kalbu
Bersendau gurau bersama pun tak terelakkan
Engkau memperlihatkan ekspresi wajah
Ekspresi wajah yang menakutkan
Menakutkan sekaligus membuat lucu
Perhatianmu sungguh membuatku kagum
Perhatian akan kesehatan yang kau utamakan
Kau mengejek dengan khas candamu
Saat suasana malam yang mencekam
Kau berusaha tetap membuatku tertawa
Tertawa dengan cara khasmu
Menemaniku duduk di tepi jalan
Yang banyak menimbulkan candaan
Candaan untuk orang disekitar
Yang ditujukan untuk kita berdua
Waktu terus berjalan
Disaat itu timbullah
Banyak kata kata yang terucap
Waktu terasa begitu cepat
Sampai kini semua itu membekas
Terimakasih sahabat
Engkau telah membuat tersenyum
Saat keadaan begitu lemah
Engkau telah membangkitkan
Membangkitkan semangatku

Terimakasih sahabat....

Sabtu, 23 Juli 2016

PUISI

Bersahabat dengan Gastritis
Oleh: Diana Anjar Sari
Gastritis...
Namamu sungguh menawan 
Namamu sungguh indah didengar
Engkau datang secara tiba-tiba
Engkau datang disaat aku lalai
Jika aku boleh jujur
Engkau takku harapkan
Kedatanganmu takku tunggu
Kedatanganmu takku nanti
Kedatanganmu membuat diriku
Mendatangkan air mata
Yang membanjiri wajahku ini
Berteriak sekuat tenaga
Menahan rasa sakit atas kedatanganmu
Dimana kau menyerang lambungku
Membuat radang pada lambungku
Itu semua atas kelalaianku
Itu semua atas kesalahanku
Yang aku lakukan sejak dahulu
Kini aku merasakan akibatnya
Gastritis...
Terlambat makan perbuatanku
Pola makan tak sehat kebiasaanku
Makanan pedas kesukaanku
Itulah beberapa penyebab
Penyebab kedatanganmu ditubuhku
Rasanya terbakar perutku bagian atas
Mual muntah rasa inginku
Kedatanganmu membuat diriku
Kehilangan nafsu makanku
Hingga menurun berat badanku
Rasa penuh perut bagian atasku
Itulah gejala disaat engkau datang
Yang tak kuharapkan kedatanganmu
Gastritis...
Kini aku berusaha ikhlas
Atas kedatangmu kini
Engkau kan ku jadikan sahabat
Sahabat dalam hidupku
Kini aku berusaha tak mengulangi
Kesalahan yang telah aku perbuat
Menjaga pola makanku
Menjaga waktu makanku
Untuk teman-temanku
Bukannya ku menasihatimu
Tetapiku ingin mengatakan
Berbagi pengalaman yang ku rasakan
Jagalah kesehatamu
Sebelum engkau merasakan
Merasakan kedatangan dirinya
Yang tak kau harapkan


Yogyakarta, 17 Maret 2016

Puisi ini pernah dikirim menjadi salah satu kontributor di Penerbit Rumah Kita dengan tema "Penyakit"

PUISI

Bayangmu
Oleh: Diana Anjar Sari
Dewi malam kini datang
Ku terbayang wajahmu seorang
             Disaat ku terbayang wajahku
             Ku tersenyum tersipu malu
Ku terbayang...
Disaat kau menatap mataku
             Hatiku berbunga-bunga
             Hatiku berdebar dalam dada
Ku mulai terbayang
Apakah ini yang dinamakan cinta
Cinta yang tulus dari lubuk hati
Yang ku inginkan suatu saat nanti
Menemaniku, disampingku
Selamanya,,,


Yogyakarta, 6 April 2016

Puisi ini telah dibukukan oleh Penerbit Rumah Kita dan Sajak Sajak Anak Negeri dalam buku "Indonesia Berkreasi Tanpa Batas 2 tahun 2016"

PUISI

Catatan Hati Untukmu
Oleh: Diana Anjar Sari
Didalam hati ini
Tersimpan kata kata
Untukmu ibu...
Demi engkau ibu...
Aku menjalani hidup ini
Yang penuh dengan ujian dan cobaan
Halangan dan rintangan
Wahai Ibu..
Dengan tekad yang kuat
Aku harus bisa menggapai
Menggapai masa depanku
Yang lebih cerah demi engkau
Disaat aku lelah dan terjatuh
Engkau selalu membangunkanku
Dan membimbingku untuk bangkit
Ibu...
Engkau tak pernah lelah
Memberiku semangat dan nasihat
Walaupun aku hampir menyerah
Menyerah dengan keadaanku ini
Engkau tetap bersabar memberiku motivasi
Oh, Ibu...

Engkau selalu berdoa dan berharap
Bekerja keras banting tulang
Memberikan yang terbaik
Untuk anakmu....

Yogyakarta, 30 September 2015

Puisi ini telah dibukukan oleh penerbit Rumah Kita dan Sajak Sajak Anak Negeri (SSAN) dalam buku "Sajak untuk Ibu Tercinta 2015"

PUISI

Engkau Perempuan
Oleh: Diana Anjar Sari
Malam ini begitu sunyi
Suasana begitu dingin
Hingga merasuk dalam jiwa
Purnama yang bersinar terang
Terbayang wajahmu seorang
Berpengaruh untuk hidupku mendatang
Wahai engkau...
Engkau perempuan yang berhati lembut
Engkau perempuan yang sangat tangguh
Engkau perempuan yang sangat sabar
Engkau perempuan yang berjiwa besar
Walau air matamu mengalir deras
Walau hatimu sangat panas
Walau telingamu sudah memerah
Mendengar perkataan yang pedas
Senyummu tetap merekah
Dibibirmu yang merah
Menyembunyikan semua masalah
Wahai engkau
Hidupmu penuh perjuangan
Pengorbanan sangatlah berat
Cinta dan kasihmu sangatlah besar
Itu semua tak bisa dibayar
Dengan uang walaupun dollar
Wahai engkau perempuan
Sang matahari hatiku
Engkaulah ibu...


Yogyakarta, 9 Maret 2016

Puisi ini telah dibukukan oleh Penerbit Rumah Kita dan Sajak Sajak Anak Negeri dalam buku "Perempuan dalam Aksara 1"

Selasa, 23 Desember 2014

Pantun

Pantun Nasihat (1)
jalan jalan bertemu ayam kalkun
ayam kalkun berwarna cerah
jadi anak belajar dengan tekun
agar masa depan lebih cerah



Pantun nasihat (2)
burung dara burung merpati
selalu hinggap diatas dahan
jika janji tidak ditepati
kita akan dijauhi teman

Puisi Ibu

Ibu

Kau selalu bersamaku
Dikala senang maupun sedih
Walaupun hatimu selalu ku sakiti
kau tetap sabar menghadapiku
kau tak memperdulikan dirimu
walau kau sakit,,, kau lelah
kau tetap tersenyum dihadapanku
kau seperti bulan purnama
yang selalu menyinari bumi ini
kau tak membeda bedakan satu sama lain
lewat puisi ini...
kau akan mengungkapkan
aku sayang padamu
senyummu adalah tambahan semangatku...