Kamis, 19 Maret 2015

PENANAMAN RASA BELA NEGARA

MAKALAH PENANAMAN RASA BELA NEGARA BAGI GENERASI PENERUS PERAWAT DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan sebagai pengganti Ujian Akhir Semester (UAS)
Semester I



Disusun Oleh:
Diana Anjar Sari (P07120214006)


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN D-IV KEPERAWATAN
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Masa depan bangsa dan negara Indonesia berada ditangan para penerus bangsa khususnya generasi muda. Para penerus bangsa khususnya generasi muda adalah generasi yang cemerlang dan sebagai harapan bagi bangsa dan negara.
Pada era globalisasi seperti saat ini semangat kebangsaan para generasi penerus mulai menurun. Di zaman era globalisasi seperti ini menyebabkan dampak yang negatif bagi para penerus bangsa khususnya generasi muda.
Mereka mulai terlena dengan berbagai kemudahan dan fasilitas teknologi yang semakin maju juga telah menyebabkan para penerus bangsa khususnya generasi muda merasa bebas berbuat, bebas berbicara, banyak menuntut hak tetapi mereka melupakan kewajibannya sebagai penerus bangsa.
Berbagai peristiwa dalam belakangan ini para telah membuktikan bahwa kesadaran akan bela negara sangatlah memprihatinkan. Mereka mulai meninggalkan perilaku yang sesuai dengan budaya Indonesia dan memilih  berperilaku dengan budaya kebarat baratan. Mereka juga lebih memilih menggunakan produk-produk dari luar dari pada menggunakan menggunakan produk-produk dalam negeri.
Di dunia keperawatan, juga masih banyak keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan perawat. Salah satu hal yang banyak disorot adalah masalah tingkah laku perawat seperti tidak ramah, kurang senyum dan tidak segera datang bila dipanggil dalam melayani pasien.
Sering di jumpai seorang perawat yang berperilaku kasar dan emosional  dalam memeriksa pasien sehingga menimbulkan kesan tidak baik. Kemampuan perawat dalam menangani pasien secara cepat dan tepat tanpa memandang status sosial ekonomi pasien.
Melihat kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk bersatu membela negara khususnya dibidang kesehatan, perlu dibahas betapa pentingnya penanaman rasa bela negara bagi generasi penerus perawat dalam praktik keperawatan.

B.     Identifikasi Masalah
1.        Semangat kebangsaan pra generasi penerus mulai menurun
2.        Mulai terlena dengan perkembangan zaman
3.        Kesadaran bela negara sangat memprihatinkan
4.        Keluhan masyarakat terhadap pelayanan perawat
5.        Penanaman rasa bela negara bagi generasi penerus perawat dalam praktik keperawatan

C.    Pembatasan Masalah
Makalah ini dibuat untuk membahas Penanaman rasa bela negara bagi generasi penerus perawat dalam praktik keperawatan. Hal ini sangat penting untuk menyadarkan dan menanamkan rasa bela negara bagi masyarakat Indonesia khususnya perawat sebagai tenaga kesehatan.

D.    Rumusan Masalah
1.        Apa alasan pentingnya menanamkan rasa bela negara ?
2.        Bagaimana wujud penanaman rasa bela negara ?
3.        Bagaimana bentuk bela negara ?
4.        Bagaimana aplikasi rasa bela negara ?
5.        Bagaimana upaya atau solusi penanaman rasa bela negara ?

E.     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut
1.      Mengetahui alasan pentingnya menanamkan rasa bela negara
2.      Mengetahui wujud penanaman rasa bela negara
3.      Mengetahui bentuk bela negara
4.      Mengetahui aplikasi bela negara
5.      Mengetahui upaya atau solusi penanaman rasa bela negara
  
BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Pengertian Bela Negara
Bela Negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Kesadaran perlu ditumbuhkan melalui proses motivasi untuk mencintai tanah air dan untuk ikut serta dalam pembelaan Negara (Kaelan & Zubaidi, Achmad (2010:120)).
Bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warganegara. Rasa bela negara cenderung diartikan dalam makna yang sempit yaitu hanya wajib dipraktikkan oleh kalangan militer saja. Padahal, bela negara wajib dilakukan semua warga negara terhadap kondisi yang mengancam bangsa tanpa harus turun ke medan perang.

B.     Pengertian Generasi Penerus (Generasi Muda)
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (2008: 464) generasi muda berasal dari kata generasi yaitu sekalian orang yang kira-kira sama waktu hidupnya, angkatan dan turunan. Generasi muda berarti kelompok atau kaum muda.
Generasi muda adalah kelompok usia muda yang diwarisi cita-cita dan dibebani hak dan kewajiban, sejak dini telah diwarnai oleh kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan kegiatan politik. Pengertian generasi muda erat hubungannya dengan arti generasi muda sebagai generasi penerus. Generasi Muda adalah orang-orang muda yang siap memikul tanggungjawab sebagai penerima mandat dari generasi tua dan meneruskan perjuangan hidup sesuai idiologi yang dianut.

C.    Pengertian Perawat
Perawat menurut Internasional Council of Nursing (via H. Zaidin Ali, 2001:14) adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan, berwenang di negara bersangkutan untuk memberikan pelayanan, dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta pelayanan tehadap pasien.
Perawat menurut Harlley Cit (via Momon Sudarmo, 2008:68) adalah seseorang yang berperan dalam merawat, memelihara, membantu, serta melindungi seseorang karena sakit, cedera (injury), dan proses penuaan.

D.    Pengertian Praktik Keperawatan
Keperawatan menurut Lokakarya Keperawatan Nasional (via Ns. Asmadi, S.Kep, 2008 : 2) ialah suatu bentuk layanan kesehatan profesional yang merupakan bagian dari internal dari layanan kesehatan berbasis ilmu dan kiat keperawatan, yang berberbentuk layanan biopsikososiospiritual komprehensif yang ditujukan bagi individu, keluarga kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit, yang mencakup keseluruhan proses kehidupan manusia.
Keperawatan menurut Florence Nightingale 1895 ( via H. Zaidin Ali, 2001:10) adalah suatu proses menempatkan pasien dalam kondisi paling baik untuk beraktivitas.
Sedangkan pengertian praktik keperawatan menurut Persatuan Perawat Nasional Indonesia 1895 ( via H. Zaidin Ali, 2001:12) adalah tindakan pemberian asuhan perawat profesional baik secara mandiri maupun kolaborasi, yang disesuaikan dengan lingkup wewenang dan tanggung jawabnya berdasarkan ilmu keperawatan.

BAB III
PEMBAHASAN

A.    Alasan Pentingnya Menanamkan Rasa Bela Negara
Ada beberapa dasar yang dapat digunakan sebagai motivasi dan sebagai alasan bagi setiap warga untuk ikut serta membela Negara Indonesia :
1.         Pengalaman sejarah perjuangan RI
2.        Kedudukan wilayah geografis nusantara yang strategis karena terletak diantara 2 benua dan 2 samudera
3.         Keadaan penduduk yang besar
4.         Kekayaan sumber daya alam yang berlimpah
5.        Perkembangan dan kemajuan IPTEK di bidang persenjataan
6.        Kemungkinan timbulnya bencana perang yang mengancam NKRI
7.        Dampak negatif dari arus globalisasi yang semakin deras masuk ke Indonesia akan menimbulkan kerawanan sosial, politik, budaya, maupun militer
Alasan diatas menunjukkan betapa pentingnya partisipasi masyarakat terutama bagi penerus bangsa khususnya generasi muda dalam membela negara untuk membantu mengatasi masalah disegala bidang.

B.     Wujud Penanaman Rasa Bela Negara
Wujud dari bela negara adalah kesiapan dan kerelaan setiap warganegara untuk berkorban demi mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, keutuhan wilayah Nusantara serta nilai nilai Pancasila dan UUD 1945.
Wujud bela negara dalam UU No. 3 Tahun 2002 adalah
1.    Pendidikan Kewarganegaraan
2.    Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib
3.    Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela
4.    Pengabdian sesuai dengan profesi

C.    Bentuk Bentuk Bela Negara
1.    Secara Fisik
Segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan cara berpartisipasi secara langsung dalam upaya pembelaan negara.

2.    Secara Non Fisik
Berdasarkan Undang – undang No. 3 Tahun 2002, keikutsertaan warga Negara dalam bela Negara secara Nonfisik dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, misalnya :
a.    Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan cara menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain.
b.    Menanamkan kecintaan terhadap tanah air, melalui pengabdian tulus dalam membangun masyarakat
c.    Berperan serta dalam memajukan bangsa dan negara dengan karya nyata
d.   Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dan menjunjung tinggi hak asasi manusia serta menangkal pengaruh – pengaruh buday asing yang tidak sesuai dengan norma – norma kehidupan bangsa Indonesia dengan lebih bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

D.    Aplikasi rasa bela negara
Aplikasi rasa bela negara dalam praktik keperawatan adalah dengan melakukan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh perawat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memadang status sosial, ekonomi, dan budaya seseorang (klien). Sebagai perawat harus bisa
membantu dan melayani klien untuk tetap mempertahankan Hak Asasi Manusia untuk tetap mempertahankan hidupnya dan untuk perwujudan kesehatan masyarakat supaya masyarakat dapat hidup sejahtera.

E.     Upaya atau solusi penanaman rasa bela negara
Solusi menumbuhkan rasa bela negara adalah
1.      Cinta tanah air
Yaitu mengenal, memahami dan mencintai wilayah nasional, menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia, melestarikan dan mencintai lingkungan hidup, memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsa dan negara serta bangga sebagai bangsa indonesia dengan cara waspada dan siap membela tanah air terhadap ancaman tantangan, hambatan dan gangguan yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa serta negara dari manapun dan siapapun.
2.      Sadar akan Berbangsa dan Bernegara
Yaitu dengan membina kerukunan menjaga persatuan dan kesatuan dari lingkungan terkecil atau keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja, mencintai budaya bangsa dan produksi dalam negeri, mengakui, menghargai dan menghormati bendera merah putih, lambang negara dan lagu kebangsaan indonesia raya, menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluarga dan golongan.
3.      Yakin sebagai Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
Yaitu memahami hakekat atau nilai dalam Pancasila, melaksanakan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara serta yakin pada kebenaran Pancasila sebagai ideologi negara.

4.      Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara
Yaitu bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa dan negara, siap mengorbankan jiwa dan raga demi membela bangsa dan negara dari berbagai ancaman, berpastisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, gemar membantu sesama warga negara yang mengalami kesulitan dan yakin dan percaya bahwa pengorbanan untuk


bangsa dan negara tidak sia-sia.

5.      Memiliki kemampuan Awal Bela Negara secara Psikis dan Fisik.
Yaitu memiliki kecerdasan emosional, spiritual serta intelegensia, senantiasa memelihara jiwa dan raganya serta memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji. Sedangkan secara fisik yaitu memiliki kondisi kesehatan, ketrampilan jasmani untuk mendukung kemampuan awal bina secara psikis dengan cara


gemar berolahraga dan senantiasa menjaga kesehatan.


BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Bela Negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Kesadaran perlu ditumbuhkan melalui proses motivasi untuk mencintai tanah air dan untuk ikut serta dalam pembelaan negara.
Rasa bela negara harus dimiliki oleh semua warga negara. Pengabdian ini dilakukan tidak hanya menggunakan senjata atau berperang, melainkan sesuai dengan profesi yang telah ditekuninya.

B.     Saran
Sebagai tenaga kesehatan, harus memberikan pelayanan yang menyeluruh tanpa membedakan klien tersebut, melayani klien dengan sepenuh hati. Mau ditempatkan di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terluar.
Sebagai pemerintah, harus bisa mengatur tenaga kesehatan sehingga tenaga kesehatan dapat merata di seluruh Indonesia memperoleh pelayanan kesehatan yang sama.










DAFTAR PUSTAKA

Ali, H. Zaidin. 2001. Dasar-dasar Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika
Asmadi. 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC
Kaelan dan Achmad Zubaidi. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan. Paradigma: Yogyakarta.
Sudarma, Momon. 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika
Sugono, Dendy,dkk. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional
Undang Undang No. 3 Tahun 2002
http://phantommels.blogspot.com/2010/04/upaya-dalam-menjaga-keutuhan-negara.html. Diakses tanggal 26 November 2014
id.m.wikipedia.org/wiki/Bela_negara. Diakses tanggal l 4 Oktober 2014
http://www.mandacan.com/blog/?p=663. Diakses tanggal 10 Desember 2014